Pages

Inilah Alasan Mengapa Pria Merokok

26 September 2012


Meski telah mengetahui bahaya merokok bagi kesehatan dirinya sendiri dan oranglain, tapi banyak orang yang tetap merokok. Tak dapat dipungkuri bahwa merokok merupakan kebiasaan dari kondisi mental yang sulit untuk dihindarkan. Merokok bisa disebabkan oleh beberapa situasi kondisi psikologis (cemas dan stres).

Larangan-larangan merokok sudah dikeluarkan oleh pemerintah di berbagai belahan dunia. Pajak untuk rokok dan produk tembakau lain sudah ditinggikan. Tetapi, kenapa seorang pria tetap merokok?

Berikut ini adalah beberapa alasan yang memicu orang khususnya seorang pria tergiur untuk merokok:

Kopi di pagi hari
Hampir semua perokok melakukan ritual pagi ini. Asyiknya menyeruput kopi hangat tak lengkap tanpa godaan sebatang rokok. Cobalah hindari kebiasaan ini dengan menyibukkan diri setelah bangun tidur dengan cara menyiapkan sarapan, mandi, atau merapikan rumah. Gantilah kopi pagi hari dengan segelas susu atau jus untuk hidup yang lebih sehat.

Mengemudi
Mengemudi adalah pemicu merokok yang sangat umum. Suasana yang sepi terkadang menggoda kita untuk merokok agar terhindar dari rasa mengantuk. Jika hal ini kerap Anda lakukan saat mengemudi, cobalah untuk bernyanyi bersama radio, memutar CD, atau mengunyah permen karet untuk menghindar rasa ngantuk.

Lingkungan social
Berkunjung ke pesta atau sebuah perayaan memicu seseorang untuk merokok. Terutama saat mereka terlibat dengan alkohol. Untuk mengurangi ketagihanmerokok saat bersosialisai, pastikan Anda beritahu sahabat Anda jika telah berhenti merokok. Kegiatan sosialisasi pun dapat terantisipasi dengan berkunjung ke bioskop, berjalan-jalan atau tempat gym.

Stres
Untuk membantu mengurangi stres, sebagian orang menggunakan rokok untuk meredakannya. Tak hanya itu, rokok juga kerap digunakan untuk orang yang sedang menjalani program diet. Merokok dapat membuat orang mudah terasa kenyang.

Istirahat di jam kerja
Waktu istirahat juga menjadi pemicu umum orang merokok di kantor. Untuk menguranginya, Anda dapat berjalan-jalan mencari udara segar di kantor atau Anda dapat menghabiskan waktu istirahat dengan rekan Anda yang tidak merokok.

Emosi negative
Perasaan marah, sedih dan kesepian juga dapat memicu orang kecanduan rokok. Sangat penting belajar bagaimana menghadapi emosi negatif.


Continue Reading | komentar

Tahukah Anda, Kenapa Pria Tidak Suka melihat Pasangannya Menangis ?


Perasaan wanita yang sensitif membuatnya lebih mudah menangis. Entah itu ketika marah, sedih kecewa, air mata menjadi pelepas seluruh emosi di hati wanita. Sedangkan pria tidak begitu sensitif, sehingga mereka merasa kurang nyaman ketika wanita atau kekasihnya mulai menangis.

Terkadang, menangis juga menjadi senjata wanita untuk meluluhkan pria. Padahal pria membenci wanita yang cengeng. Berikut ini alasan mengapa pria tidak suka wanita menangis, seperti dilansir dari Dating Without Drama.

Merasa Tidak Berguna
Pria sebetulnya peduli dengan kekasihnya. Melihat kekasihnya sedih tentu ia merasa harus membantunya. Namun ketika kekasihnya mulai menangis, pria jadi lebih panik dan tidak tahu harus melakukan apa. Pria merasa kecewa karena tidak bisa membantu kekasihnya.

Merasa Dimanipulasi
Beberapa wanita menggunakan air mata sebagai senjata untuk mendapatkan keinginannya. Ketika kekasihnya ingin bergaul dengan teman-temannya, si wanita melarang dengan tangisannya, agar kekasihnya tetap berada di rumah. Pria benci ketika dia suda mulai dimanipulasi oleh wanita. Dan perasaan ingin berontak sangat besar.

Tidak Nyaman dengan Luapan Emosi yang Berlebihan
Ketika sedang sedih, kecewa atau marah wanita bisa menangis sambil berbicara dan dapat melakukannya selama berjam-jam. Bagi pria, cara wanita meluapkan emosinya sangat berlebihan yang membuat pria jadi tidak nyaman. Pria pun kesal karena sudah berusaha menenangkannya tapi si wanita tidak juga berhenti menangis.

Merasa Bersalah
Tangisan wanita bisa membuat pria merasa sangat bersalah. Pria merasa tidak nyaman dengan perasaan bersalahnya tersebut. Yang bisa membuat pria strea dan makin merasa bersalah, ketika wanita hanya menangis tanpa menjelaskan mengapa ia menangis.
Continue Reading | komentar

Ini Dia, Bahasa Tubuh Pria Saat Menggoda Anda

07 September 2012

Tak semua pria memberikan sinyal yang jelas saat menyukai wanita, tapi jika Anda memperhatikan lebih seksama, mungkin Anda bisa menangkap sikapnya melalui bahasa tubuhnya saat mencoba menggoda Anda. Ia akan memberikan kode khusus kepada Anda kalau ia sedang terpanah asmara. Nah, jika Anda ingin tahu seperti apakah bahasa tubuh pria saat sedang mencoba menggoda Anda ? Berikut bocorannya :

Mengangkat Alis

Ketika dikejauhan, Anda saling bertatapan dengan pria, kemudian si pria mengangkat alisnya itu sebuah sinyal baik. Itu tanda bahwa si dia ingin ngobrol dengan Anda. Angkat alis Anda kembali padanya, dan dia akan mendekat.

Tersenyum manis

Saat pria berjumpa dengan wanita cantik, bibirnya spontan "memberikan senyuman paling manis". Hampir bertepatan dengan momen alis yang terangkat itu. Biasanya ucapan yang keluar pun jujur dari hatinya bahwa dia memang mengagumi wanita yang baru ditemuinya.

Menatap Anda Lebih Lama

Ketika mengobrol, si dia akan menatap Anda lebih lama. Bahkan, ketika Anda menjauh, matanya sesekali akan mencari keberadaan Anda. Ini tanda dia sedang menggoda, yang berarti si dia menyukai Anda.

Memegang Kemeja, Celana atau Dasi

Ketika pria sedang menggoda, maka dia mungkin akan seolah membetulkan kemeja, celana atau dasinya. Selain itu, sikapnya tersebut ingin dianggap tampan oleh si wanita dengan membetulkan bagian dari busananya.

Gelisah

Jika dia terus-terusan menyentuh rambut atau wajahnya itu merupakan tanda dia sedang menggoda Anda. Sikapnya yang terlalu bersemangat membuatnya tampak gelisah. Pria terkadang tidak sadar, ketika dia sedang menggoda maka sikapnya menjadi berlebihan.

Menyentuh Anda

Mungkin ini bisa jadi sinyal yang kuat bahwa si dia sedang menggoda adalah. Menyentuh bagian rambut, bahu atau tangan menjadi tanda bahwa si dia menyukai Anda.

Continue Reading | komentar

Resiko Menjalani Hubungan Jarak Jauh

06 September 2012

Share
Menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship memang tidak semudah hubungan asmara pada umumnya. Perbedaan jarak dan waktu sering kali menjadi penyebab perpisahan, hal ini karena jarangnya intensitas pertemuan. Berbagai rintangan dan cobaan akan selalu menghadang setiap saat. Dan tentunya banyak sekali resiko yang harus dihadapi sesorang saat menjalani hubungan jarak jauh. Anda ingin tahu, resiko apa saja yang harus dihadapi saat menjalani hubungan jarak jauh ? Untuk lebih jelasnya simak berikut ini :

Kangen berat
Kangen dalam hubungan asmara dapat membuat pasangan semakin dekat. Namun jika perasaan menjadi sangat kangen sekali ( kangen berat ), tapi tidak juga kunjung bertemu bisa membawa masalah. Anda ataupun pasangan bisa jadi langsung menuduh tidak bisa menyempatkan waktu untuk bertemu, padahal pada saat itu memang salah satu dari Anda sedang sangat sibuk. Hal itu yang dapat membuat pasangan mengakhiri hubungan asmara mereka.

Rentan perselingkuh
Hubungan jarak jauh cenderung lebih rentan didera perselingkuhan. Pada awalnya mungkin Anda dan kekasih bisa menahannya. Namun ketika rasa kesepian terus-menerus datang, dan wanita atau pria menarik muncul di saat yang tidak diharapkan maka perselingkuhan bukanlah hal yang tak mungkin. Jarak, rasa kesepian atau karena kualitas hubungan yang belum terlalu bagus sehingga lebih mudah tergoda pihak lain. Bisa juga karena selama proses jalinan asmara, salah satu pihak mendapati ternyata banyak ketidakcocokan pada pasangan. bisa menjadi pemicu masalah ini.

Komunikasi terasa dibatasi
Perbedaan waktu dan kesibukan membuat pasangan LDR sering susah mendapatkan waktu yang sama-sama tepat untuk berkomunikasi. Meski saat ini hubungan LDR lebih mudah karena adanya telepon, SMS, chatting dan video call, namun tetap saja terkadang komunikasi tidak bisa berlangsung setiap hari. Interaksi satu sama lain terasa seperti dibatasi. Padahal Anda ingin adanya perasaan terhubung dengan hadirnya pasangan.

Tidak ada lagi kepercayaan
Tidak bertemu, sulit berkomunikasi dan perasaan curiga membuat seseorang jadi kurang percaya terhadap pasangannya. Banyak pasangan yang menjalin hubungan jarak jauh mengakhiri hubungan karena perasaan tersebut. Hal ini biasanya terjadi pada pasangan yang belum siap menjalaninya.

Selalu ada kekhawatiran
Banyak pasangan yang mengalami atau merasa selalu ada kekhawatiran dengan dirinya sendiri. Perasaan khawatir biasanya ditunjukkan dengan perasaan cemburu, posesif dan selalu curiga. Inilah yang pada akhirnya membuat pasangan bertengkar dan pada akhirnya putus.
Continue Reading | komentar (6)

Memahami Tipe Hubungan Dalam Percintaan

Share
Dalam percintaan memang penuh warna, sering kali kita menemui jenis atau tipe hubungan yang bisa dibilang sangat komplek. Banyak cerita cinta yang terjadi disekitar kita, hal ini disebabkan karena berbagai alasan. Misalnya, Anda cinta pada si dia, tapi dia sudah punya istri. Si dia cinta pada Anda, tapi tak berani mengungkapkan. Anda tidak pacaran, tapi hampir setiap hari pergi bersama. Jadi, kalau bukan pacaran, sebenarnya yang Anda jalani hubungan seperti apa sih?

Nah, sebelum Anda memutuskan terikat menjadi sepasang kekasih, ada baiknya Anda pahami tipe hubungan dalam percintaan. Berikut  beberapa tipe hubungan cinta yang biasa terjadi antara pria dan wanita. Dan mungkin Anda pernah menjalani salah satu di antaranya?

TTM (Teman tapi mesra)
Dulu biasa disebut HTS, alias hubungan tanpa status. Anda dan dia hanya sebagai teman , namun Anda saling bersikap mesra satu sama lain. Idenya adalah, Anda bersepakat untuk membina hubungan yang intim tanpa melibatkan cinta, dan tanpa tuntutan untuk terikat. Meskipun begitu, hubungan ini jarang sekali berhasil seperti yang diharapkan. Biasanya karena salah satu jatuh cinta pada yang lain.

MTM (Mantan tapi mesra)
Ada banyak alasan mengapa Anda berdua memilih memutuskan hubungan. Yang jelas, bukan karena Anda sudah tak lagi mencintainya. Mungkin saja karena adanya perbedaan prinsip, tak tahan bila harus menjalani hubungan jarak jauh, atau karena orangtua kedua belah pihak tak saling merestui hubungan Anda. Nah, selama Anda berdua masih belum memiliki pasangan baru, tak ada alasan untuk terus berhubungan, kan?

Teman ngobrol
Pasangan ini biasanya akan menanggapi "tuduhan" orang lain bahwa mereka berpacaran dengan mengatakan, “ Kamu sudah jadian ya sama dia ?”, "Enggak kok, kami enggak pacaran. Kami cuma teman ngobrol." Pada dasarnya, Anda saling menyukai, dan masing-masing mengetahui hal itu. Namun, tak satu pun dari Anda yang mencoba berusaha membawa hubungan ini menjadi lebih terikat. Nonton bareng atau ngopi-ngopi berdua sih, enggak termasuk "usaha".

Teman kencan
Kadang-kadang istilah antara kencan dan pacaran memang sedikit rancu. Saat janjian kencan dengan seseorang, Anda dan dia tahu bahwa pertemuan ini lebih istimewa dari pertemuan Anda biasanya. Tetapi, Anda dan dia tidak memiliki ikatan hubungan seperti sepasang kekasih. Anda dan dia masih bisa berkencan dengan orang lain.

Memahami satu sama lain 
Meskipun hubungan ini tidak eksklusif, namun Anda berdua berminat untuk memahami satu sama lain atau menjajagi kemungkinan untuk saling terikat. Oleh karena masih dalam taraf penjajagan, Anda masih bisa berkencan dengan orang lain. Tujuannya untuk mengetahui siapa sebenarnya yang paling tepat untuk dijadikan pasangan tetap.

Lovers
Istilah ini memang sudah usang, tetapi rasanya tak ada kata lain yang bisa menggantikan istilah untuk hubungan istimewa ini. Lovers tidak terikat satu sama lain, tapi mereka sama-sama memiliki perasaan yang dalam. Lalu, mengapa mereka tidak saling mengikat diri? Macam-macam alasannya. Umumnya karena menikah atau sudah dijodohkan dengan orang lain, sehingga diam-diam menjalin hubungan dengan orang yang sebenarnya dicintai.



Continue Reading | komentar

Kesehatan

More on this category »

Olahraga

More on this category »
 
Support : Home | Gaya Hidup | Tip Cinta | Kalimat Mutiara | About Me | Privacy Policy | Sitemap
Copyright © 2011. Pelangi Delapan - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger